KEUANGAN SEKOLAH/MADRASAH

PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN SEKOLAH

OLEH : SUJATNO
A.   LATAR  BELAKANG
Pendidikan di suatu negara merupakan salah satu bentuk investasi sumberdaya manusia yang lebih penting daripada investasi lain. Pendidikan memberikan sumbangan yang amat besar terhadap pembangunan disektor lain, seperti meningkatkan keadaan sosial, budaya, ekonomi, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan sasaran pembangunan dibidang pendidikan nasional. Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian integral dari upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia yang menyeluruh. Upaya pemberdayaan sumberdaya manusia Indonesia telah di tegaskan dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 dan 2. Bunyi ayat 1 adalah tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Bunyi ayat 2 adalah pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan. Pendidikan sebagai suatu usaha yang akan dilaksanakan dalam program pendidikan di sekolah maupun pendidikan di luar sekolah, merupakan suatu program yang wajar  mendapat perhatian dari semua unsur yang bergerak dibidang pendidikan (Ahmadi, 1991: 218).
Dalam penyelenggaraan pendidikan, keuangan dan pembiayaan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. Komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajar-mengajar di sekolah bersama dengan komponen-komponen yang lain. Dengan kata lain setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya, baik itu disadari maupun yang tidak disadari. Komponen keuangan dan pembiayaan ini perlu dikelola sebaik-baiknya, agar dana-dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Hal ini penting, terutama dalam rangka MBS, yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana, apa lagi dalam kondisi krisis pada sekarang ini.
Pembiayaan pendidikan merupakan salah satu faktor penting bagi terlaksananya proses pendidikan yang pada gilirannya memberikan dampak terhadap mutu (Fattah, 2000: 56). Namun, tidak berarti dengan tersedianya biaya, mutu pendidikan akan dengan sendirinya meningkat. Mutu pendidikan merupakan fungsi dari sejumlah faktor input dan proses. Semua faktor yang bermuatan biaya akan memberikan input terhadap mutu pendidikan melalui pengelolaan yang efektif dan efisien.
SMP Negeri Purbalingga merupakan sekolah negeri, sehingga pengelolaan manajemennya mengacu kepada  Departemen Pendidikan Nasional. Walaupun manajemennya mengacu kepada Departemen Pendidikan Nasional, tetapi SMP Negeri Purbalingga memiliki visi yang ditulis sebagai profil sekolah yang diimpikan dimasa depan. Rumusan visi menggambarkan cita-cita mulia, rasional, dan dapat dipakai sebagai landasan penyelenggaraan pendidikan yang berkelanjutan menuju standarisasi mutu yang diharapkan. Visi SMP 3 Purbalingga adalah Unggul dalam prestasi, tangguh dalam pengaderan, erpijak dalam IPTEK, berlandaskan IMTAQ.  Adapun misinya adalah:
     1   Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien sehingga siswa berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimiliki.
     2   Menciptakan suasana belajar dan mengajar yang kondusif, dinamis dan dapat dipertanggungjawabkan.        
     3   Mendorong mengamalan agama yang dianut dan menjunjung tinggi etika moral sehingga     menjadi sumber kearifan dan kesantunan dalam bertindak.
     4   Mendorong semangat kebersamaan dan kekeluargaan secara intensif pada seluruh warga          sekolah agar tercipta kepedulian sosial yang tinggi.
     5   Melaksanakan penambahan jam belajar pada matapelajaran yang diuji nasionalkan dan bimbingan belajar diluar jam pelajaran pada pembelajaran ekstra kurikuler, olahraga, musik, rebana, pramuka, pencaksilat, seni tari dan drum band.
     6   Menerapkan menejemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan stake holder.

  Tujuan  
1)   Menjaring tamatan siswa SD/MI yang berprestasi.
2)   Meningkatkan dinamika dan kwalitas KBM, bimbingan dan pelatihan.
3)   Meningkatkan prestasi siswa dibidang akademik maupun non akademik.
4)   Meningkatkan sarana dan prasarana untuk meningkatkan standar fasilitas.
5)   Meningkatkan pelayanan administrasi kesiswaan, kepegawaian dan administrasi umum lainnya.
6)   Meningkatkan hubungan yang harmonis sesama warga sekolah, komite dan msyarakat.
7)   Meningkatkan layanan pada masyarakat dan pemerintah.
8)   Menyediakan sarana dan prasarana kebersihan, peningkatan pemeliharaan taman, halaman sekolah serta kamar mandi dan WC.

0 komentar:

Poskan Komentar